Rabu, 22 Agustus 2018

Tipe Industri Pakan



Industri pakan digolongkan dalam beberapa tipe, berdasarkan pada :
1.   Kemampuan Produksi :
               Berdasarkan kemampuan produksi, industri pakan dibedakan atas :
               a.       Industri pakan besar.
                         Industri tipe ini memproduksi lebih dari 20 ton per hari.
               b.      Industri pakan sedang.
                        Industri tipe ini memproduksi 5-20 ton per hari.
               c.       Industri pakan kecil.
                        Industri tipe ini memproduksi kurang dari 5 ton per hari.

2.  Jumlah tenaga kerja :
               Berdasarkan jumlah tenaga kerja, maka industri pakan dibedakan atas :
               a.   Industri pakan besar
                     Jumlah tenaga kerja dalam industri tipe ini adalah lebih dari 100 orang.
               b.    Industri pakan sedang.
                      Jumlah tenaga kerja dalam industri tipe ini adalah 20-99 orang.
               c.    Industri pakan kecil.
                      Jumlah tenaga kerja dalam industri tipe ini adalah 5-19 orang.
               d.    Industri pakan skala rumah tangga.
                       Jumlah tenaga kerja dalam industri tipe ini adalah 1-4 orang.

3.  Permodalan :
        Berdasarkan modal yang dimiliki, maka industri pakan dibedakan atas :
        a. Usaha kecil.
            Berdasarkan UU no. 9 tahun 1995, kriteria usaha kecil adalah :
            -Memiliki kekayaan maksimal Rp 200.000.000,- tidak termasuk tanah dan bangunan pabrik.
            -Memiliki hasil penjualan sebesar Rp 1.000.000.000,-
         b. Industri kecil. 
           Berdasarkan Kep. Kemperindag No. 254/MPP/Kep/7/1997  industri tipe ini memiliki investasi sebesar Rp 200.000.000,-  tidak termasuk tanah dan bangunan.

          c. Industri kecil menengah. 
Berdasarkan Kep. Memperindag No. 257?MPP/Kep/17/1997 industri tipe ini  memiliki investasi sebesar Rp 5.000.000.000,- tidak termasuk tanah dan bangunan.

4.   Bahan dan Alat Produksi Yang Digunakan :
               Berdasarkan bahan dan alat yang digunakan, maka industri pakan dibedakan atas :
               a.   Feed-Milling Establishment
                    Melakukan operasi penggilingan dengan stationary atau dengan mobil penggilingan pada tempat-tempat tertentu.
               b.   Primary Feed Manufacture.
                     Usaha ini telah melakukan prosesing dan mixing bahan pakan sendiri.  Untuk produksi sudah diberi tambahan premix sebanyak kurang dari 50 kg/ton.
               c.    Secondary Feed Manufacturing
                  Usaha ini sudah melakukan prosesing dan mixing dengan satu atau lebih bahan yang menggunakan feed supplement
               d.    Custom Grinding and Mixing.
                      Usaha ini sudah menggiling bahan-bahan pakan untuk kebutuhan sendiri maupun untuk pesanan dan sudah mencampurnya dengan feed supplement. 

5.  Berdasarkan Produk Yang Dihasilkan :
               Berdasarkan produk yang dihasilkan, maka industri pakan dibedakan atas :
               a.   Complete feed.
                     Produk ini mengandung zat-zat gizi yang seimbang, yang biasanya untuk ternak non-ruminansia tetapi kalau ditujukan untuk ternak ruminansia perlu ditambahkan hijauan.
               b.   Suplements/Concentrate.
                     Produk ini sudah mengandung protein, vitamin, mineral dan aditif, tetapi untuk menjadi ransum seimbang perlu ditambahkan biji-bijian dan atau hijauan dengan kadar protein 200 g/ton.
               c.    Base Mixes / Super Concentrate.
                 Protein yang terkandung di dalamnya sebagian besar terdiri dari protein asal hewan. Untuk menjadikannya ransum seimbang perlu ditambahkan biji-bijian dan bahan sumber protein sebanyak 100 g/ton.
               d.     Premix.
                Formulasinya terdiri dari satu atau lebih bahan mikro (vitamin dan mineral). Jika digunakan dalam ransum ternak non-ruminansia perlu ditambahkan biji-bijian dan bahan pakan sumber protein lainnya sebanyak kurang dari 100 p/ton.


Tidak ada komentar: